[Review #50] The Fault In Our Stars – John Green

The Fault In Our StarsTitle : The Fault In Our Stars

Author : John Green

Total pages : 428 pages

Publisher : Penerbit Qanita (Mizan Group)

Version : Indonesian, translated by Ingrid DN.

Rate : 4 of 5 stars.

Blurb : Mengidap kanker pada umur 16tahun pastilah terasa sebaga nasib sial, seolah bintang-bintang serta takdirlah yang patut disalahkan. Itulah yang dialami oleh Hazel Grace. Sudah begitu, ibunya terus memaksanya bergabung dengan kelompok penyemangat penderita kanker. Padahal, Hazel malas sekali.

Tapi, kelompok itu toh tak buruk-buruk amat. Disana ada pasien bernama Augustus Waters. Cowok cakep, pintar, yang naksir Haze; dan menawarinya pergi ke Amsterdam untuk bertemu penulis pujaannya. Bersama Augustus, Hazel mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan tak terlupakan.

Tetap saja, rasa nyeri selalu menuntut untuk dirasakan, seperti halnya kepedihan. Bisakah Augustus dan Hazel tetap optimistis, menghadapi penyakit mereka, meskipun waktu yang mereka miliki semakin sedikit tiap harinya?

Huh, akhirnya setelah beberapa lama nggak muncul di blog, aku datang lagi. Hohoho, maapkeun diriku yang lagi sibuk banget karena ticket pesawat lagi laku keras nih >///////< jadilah aku baru bisa blogging setelah sekian lama.

Sebenarnya, buku ini kepingin aku kasih 5 bintang. Tapi karena aku baca terjemahannya yang…. menurutku bahasa Indonesianya seperti di ‘translate’ dengan google, rasanya aku agak sangsi mau kasih 5 bintang.

Aku suka banget sama alur ceritanya. Walaupun, aku harus terpaksa nangis di tengah buku. Tapi bagaimanapun juga, buku ini membuat ending yang tidak aku sangka sebenarnya. Well, aku tahu akhirnya pastiiiiii menyedihkan. Tapi nggak nyangka aja secepat itu, gitu 😦

Untuk cover nya juga bagus, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu suram. Membuat pembaca seperti aku penasaran dan mau baca. Hehehehe.

Untuk typo, aku tidak terlalu memperhatikan tapi sepertinya nyaris tidak ada 😀 tapi, terjemahannya benar-benar baku dan kurang enak untuk dibaca. Seperti : dunia bukanlah pabrik pewujud keinginan. Seperti benar-benar di translate.

Untuk ceritanya, aku bener-bener suka! Seperti yang aku bilang, kalau bukan karena terjemahan yang agak kurang menarik, aku akan kasih 5 dari 5 bintang. Sempurna! Dan, untuk penderita penyakit kanker, mungkin bisa memetik pelajaran-pelajaran yang ada 🙂

Mau tahu kisah singkat Hazel dan Augustus? SIlahkan lihat review di bawah ini ^^

Hazel Grace, perempuan berumur 16tahun yang mengidap penyakit kanker paru-paru. Ia memiliki Dad dan Mom yang luar biasa menyayanginya. Mom selalu mengikutinya kemana-mana dan memerhatikan Hazel secara khusus. Suatu hari, Mom memaksa Hazel untuk mengikuti kelompok pendukung.

Awalnya, Hazel enggan datang ke Kelompok Pendukung. Namun karena Mom terus memaksa Hazel, akhirnya ia menurutinya. Hazel berpikir bahwa Kelompok Pendukung akan membosankan. Tapi pikiran itu segera ditepisnya begitu mengenal Augustus Waters. Gus, panggilan Augustus, adalah pengidap kanker pada kakinya. Ia telah kehilangan satu kakinya.

Di dalam kelompok pendukung, ada juga Isaac, teman dekat Augustus, yang sebentar lagi kehilangan satu matanya. Isaac kehilangan kekasihnya, Monica yang meninggalkannya sehari sebelum operasi matanya. Saat itu, Gus, Hazel, dan Isaac berada di ruang bawah tanah milik Gus. Tempat yang selanjutnya menjadi tempat rahasia untuk Hazel dan Gus. Tempat yang menciptakan percikan cinta bagi mereka berdua.

Hazel, mulai mengalami jatuh cinta pada Gus. Ia berpikir bahwa ia tidak akan jatuh cinta, tapi kenyataan telah membuka matanya. Begitu juga sebaliknya. Suatu hari, Gus dan Hazel membicarakan mengenai buku yang mereka suka. Gus meminta Hazel untuk membaca Ganjaran Fajar, dan Hazel meminta Gus untuk membaca buku Kemalangan Luar Biasa. Buku itu adalah buku favorit Hazel. Hazel sangat memimpikan bertemu dengan Peter van Houten, penulis dari buku Kemalangan Luar Biasa. Ia menginginkan sebuah sekuel untuk buku itu karena kisahnya yang menggantung.

Gus telah membaca buku itu sampai habis. Sama seperti Hazel, ia juga penasaran dengan sekuel dari buku itu. Walaupun sepertinya Peter sudah tidak mungkin melanjutkan buku itu. Surat-surat Hazel yang dilayangkan untuk Peter adalah sia-sia besar. Tulisan tangannya yang mungkin sudah mencapai ratusan tidak pernah terbalaskan. Sampai Gus mendapatkan email Peter van Houten melalui sekretarisnya, Lidewij.

Setelah menanyakan sekuelnya pada Peter melalui email, Peter berkata bahwa ia tidak akan memberitahu sekuelnya kalau Hazel tidak datang ke negaranya. Belanda. Sesuatu yang tidak mungkin Hazel lakukan. Bagaimana mungkin ia menghabiskan uang orangtuanya yang bahkan sudah ia habiskan untuk penyakitnya? Harapan itu bagi Hazel terasa sangat sullt.

Anak-anak pengidap penyakit kanker mendapatkan sebuah keinginan yang dapat dituruti oleh kepala kelompok pendukung. Sayangnya, keinginan itu sudah pernah dipakai oleh Hazel saat berumur tiga belas tahun. Gus pun menawarkan keinginannya untuk Hazel. Membawa Hazel, dan ibu Hazel, serta dirinya ke Belanda. Untungnya, kepala itu menyetujui keinginan Gus.

Mereka pun berangkat ke Belanda, sesuatu pengalaman dan kenangan yang sangat berarti, tidak terbatas, dan tidak akan pernah terlupakan bagi Hazel dan Gus, bagi cinta mereka. Tapi didalam perjalanan, Peter van Houten merusaknya. Karena ketika Hazel dan Gus mendatangi kediaman Peter, ia malah menolak mereka seakan-akan tidak pernah mengundang mereka melalui email.

Tapi, Lidewij membantu memperbaiki suasana. Lidewij membawa Gus dan Hazel ke rumah Anne Frank. Tokoh utama di dalam buku Kemalangan Luar Biasa. Dan, hari itu merupakan hari terindah untuk Hazel dan Gus, hari pertama mereka berciuman, dan kenangan indah lainnya.

Namun, indah memang tidak abadi. Keindahan tidak selalu indah pada waktunya. Yang namanya kanker, tetap saja membunuh. Dan, kanker telah merusak hidup dari antara salah satu Gus dan Hazel. Kira-kira, bagaimana kah kelanjutan hubungan mereka? Di tengah kesakitan yang melanda, di tengah kematian yang disebabkan kanker, akankah salah satu dari mereka tetap bertahan dan meneruskan hidupnya tanpa seorang lainnya? Ayo,dibaca ceritanya ya ^^

Akhirnya, aku baca buku sebelum nonton filmnya! Nggak ngerti perasaan nya sebahagia apa xD

 

**Buku ini diikutkan dalam beberapa reading challenge : 

1. BBI Review Challenge 2014

2. Young Adult Reading Challenge

3. New Author Reading Challenge

4. TBRR Pile

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s