[Review #48) Requiem by Lauren Oliver [Delirium Trilogy Book #03]

Requiem by Lauren Oliver

Requiem by Lauren Oliver

 

Title : Requiem

Author : Lauren Oliver

Publishers : Harper Collins

Get From : Yes24Indonesia as Media Partner

You can buy from : Yes24Indonesia

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya untuk Yes24 Indonesia yang sudah memberikan saya kesempatan untuk bekerjasama dengan mereview buku yang diberikan. Sejujurnya, dari sekian banyak wishlist saya, saya harus menentukan salah satu yang paling saya inginkan dari wishlist saya yang bejibun. Dan, pilihan saya jatuh pada Requiem – Lauren Oliver ini.

Mengapa saya pilih buku ini? Terus terang buku ini merupakan buku berseri. Dan karena saya sangat exciting dengan kedua buku pertamanya, yaitu Delirium (https://jvbooksreviews.wordpress.com/2014/01/30/review-delirium-by-lauren-oliver/) dan Pandemonium (https://jvbooksreviews.wordpress.com/2014/02/28/review-pandemonium-by-lauren-oliver-delirium-trilogy-book02/) , maka saya sudah pada tingkat penasaran paling tinggi untuk buku ketiga ini, Requiem.

Kelebihan buku Requiem yang merupakan pengujung cerita ini adalah membuat orang-orang seperti saya ini jadi susah move on. Juga covernya yang menampilkan foto perempuan yang saya anggap itu adalah Lena. Sebenarnya, lumayan cantik kan?

Kekurangan di buku ini adalah… alurnya. Saya agak nggak nyangka aja kenapa harus begitu? Kenapa ceritanya harus membuat saya jadi agak sebel sama…. *pip* nggak mau spoiler. Intinya, Lauren Oliver membuat saya sedikit kecewa.

Tapi biarpun begitu, saya rela memberikan ketiga buku ini dengan rate 5 dari 5 bintang. Kenapa? Buku ini sudah berhasil membuat saya memikirkan bagaimana bila saya berada di posisi Lena? Buku ini membuat saya berasa berpetualang sendiri dengan POV orang pertama.

Di bawah ini akan saya berikan review untuk Delirium dan Pandemonium (spoiler, jangan diintip kalau belum dibaca 2 buku itu ya J), kemudian dilanjutkan dengan Requiem.

Review Delirium :

Di kota Portland, cinta adalah larangan keras untuk setiap rakyat di sana. Cinta adalah penyakit. Dan siapapun yang terinfeksi oleh cinta, akan dipenjara di Kriptus (Crypts).

“Love, the deadliest of all deadly things. Love, it kills you. Both when you have it… and when you don’t.”

Pasangan suami istri hanya sebagai ikatan, status ayah, ibu, anak, adik, kakak, semua itu hanya sebatas benang penghubung, tidak lebih. Remaja di usia delapan belas tahun harus mengalami penyembuhan. Termasuk Lena Ella Haloway-Tiddle, salah satu remaja yang masih rentan akan penyakit cinta.

Lena memiliki sahabat dekat, yang bernama Hana Tate. Kepribadian mereka bisa dibilang sangat berbeda. Hana merupakan orang yang terbuka, blak-blakan, dan menjadi pusat perhatian orang. Berbeda dengan Lena yang pendiam, kaku, dan tidak suka menjadi pusat perhatian. Lena tidak terlalu cantik, meskipun tidak jelek, pas-pasan lah. Berbeda dengan Hana yang cantik dan populer di St. Anne.

Sembilan puluh lima hari lagi, Lena akan mengalami penyembuhan. Ia tinggal bersama Bibi Carol dan Paman William, serta kedua sepupunya Jenni dan Grace, ketika ibunya dinyatakan meninggal. Sedangkan ayahnya sudah meninggal lebih dulu karena penyakit kanker.

Lena adalah salah satu dari beratus ribu manusia yang sangat patuh pada peraturan. Oleh sebab itu, ia juga tidak pernah mendengarkan musik yang dilarang. Ia juga tidak pernah melanggar jam malam khusus orang yang belum disembuhkan. Tentu Lena tidak ingin ditangkap oleh regulator (polisi) yang kejam itu. Apalagi kalau Regulator tahu bahwa Lena belum disembuhkan…. (perbedaan antara orang yang sudah atau belum disembuhkan adalah : orang yang sudah disembuhkan memiliki tiga guratan luka di lehernya). Lena tidak bisa membayangkan apabila ia harus ditangkap dan dipenjara di Kriptus, karena Kriptus itu mengerikan. Lena tidak ingin seperti ibunya yang katanya terkena virus itu.

Ketika Lena harus memulai evaluasi untuk memilih calon pasangan, ia begitu gugup. Padahal, ia sudah berlatih lama sekali dengan bibi Carol. Yang mengejutkan adalah ketika evaluasinya digagalkan oleh ternak yang tiba-tiba menyeruak masuk ke ruangan evaluasi. Bukan hanya itu, Lena melihat seseorang berdiri di lantai atas. Laki-laki yang terlihat…tampan dan seksi. Ia pasti Invalid, pikir Lena. Note : Invalid adalah orang-orang pemberontak yang sudah terkena virus cinta yang tinggal di Alam Liar.

Tapi suatu hari, ketika Lena main ke rumah Hana, ia terkejut. Temannya mendengarkan musik yang seharusnya terlarang. Bahkan, Hana mengajaknya ke pesta jam 10 malam. Hana pasti sudah gila, Hana sudah berubah dan Lena berpikir bahwa ia sudah kehilangan Hana-nya yang dulu.

Lena pun pulang ke rumah, memikirkan betapa gilanya Hana saat ini. Apakah Hana sudah terjangkit virus? Lena ngeri membayangkannya. Oleh sebab itu, Lena ingin membuktikan kepada Hana, bahwa pesta itu bukan hal yang baik. Ia pun menyusul Hana jam 10 malam. Sedatangnya di pesta, Lena begitu terkejut. Musik keras berdentum, laki-laki dan perempuan yang belum disembuhkan saling bersentuhan, berdansa satu sama lain.

Lena yang tidak tahan kemudian memutuskan untuk kembali ke rumah. Musik itu mengalun indah di kepalanya, tapi ia harus pulang. Sampai ketika ia harus bertemu laki-laki di evaluasi waktu itu. Mereka pun memutuskan untuk bertemu kembali di pantai jam 9 malam. Yang artinya, Lena harus kembali melanggar jam malam. Namanya Alex, dengan tiga guratan luka di lehernya, Lena merasa nyaman. Lena yakin, Alex sudah disembuhkan dan ia akan aman bersamanya.

Singkat kata, Lena beberapa kali bertemu dengan Alex, dan Lena takut bahwa dirinya sudah terjangkit virus itu. Lena pun sudah berbaikan dengan Hana. Sampai suatu hari, ketika Lena mengetahui bahwa Alex sebenarnya adalah kaum Invalid, ketika Alex dan Lena memutuskan untuk pergi ke Alam Liar… dan ketika Lena mengerti, bahwa cinta itu bukanlah suatu virus. Cinta itu indah, dan tidak menyakitkan. Sampai dimana ketika Lena mengetahui hal yang sesungguhnya, kalau ibunya belum meninggal, kalau ibunya masih di Kriptus.

Enam belas hari sebelum penyembuhan. Lena dan Alex merencanakan untuk pergi ke alam liar, sembilan hari lagi. Mereka pun setiap hari bertemu di 37 Brooks, tempat mereka pertama kali berciuman. Tempat dimana mereka merajut cinta mereka.

Saat itu, Lena yang datang pertama kali ke 37 Brooks bingung, mengapa rumah itu tiba-tiba bergembok? Mungkin Alex yang memberikannya hadiah itu, ia tersenyum. Alex datang, ketika mereka berciuman, dan ketika Alex menyadari bahwa gembok itu bukan darinya, mereka mematung.

Lena tertangkap, Alex bebas. Jadwal penyembuhan Lena dipercepat menjadi 2 hari lagi. Lena pun meminta bantuan kepada Hana, supaya Alex menyelamatkannya. Supaya Alex membawa mereka pergi ke Alam Liar, supaya mereka bisa kembali bersama.

Besok malamnya, Alex datang dengan sepeda motornya. Gracie, sepupu Lena favoritnya, bahkan membantunya membukakan tali yang mengikat Lena. Lena pun berhasil kabur dari jendela dan pergi bersama Alex.

Perbatasan antara Portland dan Alam Liar adalah saksi cinta mereka. Ketika Lena berhasil menyebrangi pembatas itu, dan ketika Alex yang bersimbah darah mengucapkan kata terakhirnya kepada Lena : Lari. Dan, Lena pun lari. Entah apa yang terjadi pada Alex.

Review Pandemonium :

Lena selamat di Alam Liar. Dibantu oleh Raven and the geng (Tack, Hunter, Bram, Blue, Miyako, Lu, Grandpa, Grandma, Squirrel, dan lain-lain), Lena berhasil memulihkan diri. Tanpa Alex, hidupnya yang dulu sudah mati. Seperti apa yang sudah Raven mantrakan untuk kesekian kalinya : The past is dead. Hidup harus terus berjalan, dan inilah Lena yang baru, Lena Morgan Jones.

Dengan tiga guratan luka di lehernya, ia terlihat seperti sudah disembuhkan. Sama seperti Alex dulu. Kini, Lena and the geng harus berusaha untuk menyelundup ke DFA (Deliria Free America), dan berpura-pura untuk ikut serta kedalam komunitas itu. Komunitas yang melarang cinta.

Ketua DFA, Thomas Fineman memiliki anak bernama Julian Fineman. Julian, masih rentan terhadap cinta. Dan Julian sudah seharusnya tidak jatuh cinta.

Julian belum disembuhkan karena masih belum cukup umur. Mungkin sebentar lagi, ia akan disembuhkan dan ia akan seperti kebanyakan orang lainnya.

Sampai Julian bertemu dengan Lena. Sampai dimana Julian dan Lena harus disekap dalam ruang bawah tanah yang sempit seperti penjara.

Julian tidak tahu bahwa Lena termasuk kaum Invalid. Yang Julian tahu, yang menyekap mereka adalah kaum Invalid. Lena tahu bahwa yang menyekap mereka adalah Scavengers (Burung Bangkai) yang pastinya bekerjasama dengan DFA.

Julian begitu ingin tahu kehidupan Lena, apakah Lena pernah bermimpi sebelum disembuhkan? Bagaimana rasanya disembuhkan? Bagaimana kisah Lena sebelum disembuhkan? Dan berbagai pertanyaan lainnya disodorkan kepada Lena. Andai Julian tahu bahwa aku belum disembuhkan sama sekali, pikir Lena.

Beberapa hari kemudian, Julian dipanggil oleh kelompok burung bangkai itu. Julian diinterogasi dan tinggalah Lena sendirian. Lena membongkar isi tasnya : kitab Pssst yang dipaksa Tack untuk dibawanya, sebuah payung, dan maskara milik Raven. Kenapa Tack tidak memberikannya senjata saja ya?

Lena membuka kitab Pssst sampai ketika ia menemukan beberapa coretan.

REQUEIM 2

 

 

 

You. Must. Escape.

The tools are with you.

Lena memperhatikan kembali barang bawaannya. Payung. Sekilas payung itu terlihat berkilap, seperti baru. Sampai Lena menemukan sebuah celah di payung itu. Lena mengerti maksud Tack ataupun Raven.

Ia berusaha untuk mencongkel payung itu, tidak berhasil. Membukanya secara paksa sangatlah sulit. Lena yang kesal pun melempar payung itu ke tembok, sampai tangkainya terbagi dua, dan muncullah sebilah pisau.

Julian kembali dengan wajah babak belur, entah mengapa Lena merasa ingin membunuh siapapun yang membuat wajah Julian babak belur. Sampai dimana Julian mengetahui bahwa Lena berbohong padanya dan mengaku bahwa ia adalah kaum Invalid.

Julian tidak ingin memercayainya, tapi itulah kenyataannya. Awalnya, Julian tidak mau membantu Lena untuk kabur. Namun karena Lena benar-benar serius akan ucapannya. Ketika pintu berhasil dibuka dan ketika salah seorang yang menyekapnya ingin dibunuh Lena, Julian percaya bahwa Lena memang ingin menyelamatkan mereka berdua.

Singkat kata, Julian dan Lena mulai saling jatuh cinta dan menyelamatkan satu sama lain. Ketika mereka terbebas dari penjara itu, ketika Julian harus ditangkap oleh regulator, ketika Lena diselamatkan oleh orang bertato 5996 di leher, dan ketika Lena tahu bahwa Raven and the geng sengaja melakukan itu. Sampai ketika Julian harus disembuhkan, ketika Lena dan Raven membebaskan Julian dari penyembuhan, ketika Lena berjanji pada Julian untuk terus bersama-sama. Saat itulah Alex datang, dan berkata pada Julian, “Don’t believe her!”

Seru kan Delirium dan Pandemonium ini? Sekarang, saatnya mengupas kisah Requiem!

Sudah tiga hari Alex tidak mau berbicara dengan Lena. Dan selama itu pula Julian terus menemani Lena. Terlalu banyak yang ingin diucapkan Lena, bahkan sampai ia tidak tahu harus mulai darimana, tapi mengapa Alex bahkan tidak mau melihatnya? Lena ingin meminta maaf. Lena ingin Alex memaafkannya, egois memang, tapi Alex tidak mengerti apa saja yang membuat Lena hidup, sama seperti alasan Alex ingin hidup.

Sebenarnya, Requiem ini seharusnya lebih simple. Tapi sebel aja sama kisah segitiga antara Alex, Lena dan Julian. Belum lagi ada Coral, perempuan yang juga baru masuk ke kelompok mereka. Coral selalu berdekatan dengan Alex, sama seperti Julian yang selalu berdekatan dengan Lena.

Jadi, Oliver membuat kisah ini agak complicated. Dari Alex dan Lena yang seharusnya bersama, tapi dibuat berbelit-belit dengan kehadiran Coral dan Julian.

Buku Requiem ini terbagi menjadi dua bab utama, Lena dan Hana. Jadi, setiap bab akan diselingkan dengan bab lainnya. Satu bab Lena, dan satu bab Hana. Sebenarnya, saya juga agak rindu pada Hana yang membantu Alex bertemu dengan Lena saat ingin ke Alam Liar. Disini juga diceritakan kehidupan Hana setelah ditinggalkan Lena ke Alam Liar.

Yang saya sebel adalah : setiap bab Lena menceritakan sesuatu yang seru, tadaaa! Bab Hana memotongnya. Kan jadi gondok juga sama Hana ya?

Untuk bagian Lena, dari awal sampai akhir kebanyakan diceritakan hubungan antara Alex-Coral dan dirinya dengan Julian. Tidak banyak yang begitu berarti. Kecuali satu.

Ketika mereka harus mencari tempat karena Alam Liar sudah tidak aman dan banyak regulator yang masuk, ketika itu rahasia terbongkar. Ada seseorang di kelompok itu yang menghianati mereka. Seseorang yang tidak akan disangka-sangka. Siapakah orang itu? Apakah itu Raven? Tack? Hunter? Bram? Lu? Grandpa? Coral? Squirrel? Atau Julian? Ayo dicari sendiri ya di buku ini :p

Untuk bagian Hana, diceritakan kehidupannya setelah disembuhkan. Bagaimana rasanya setelah disembuhkan, bagaimana rasanya ingin menikah dengan seseorang yang telah dipasangkan untuknya. Namun satu hal yang ia tidak bisa dipastikan : Apakah penyembuhan itu berhasil pada dirinya atau malah gagal? Nah, tugas readers untuk mencari tahu itu 😀

Hana memiliki sebuah kesalahan besar pada Lena, yang akan diberitahu di bab itu. Apa ya kira-kira kesalahan Hana? Kira-kira, apa Lena akan memaafkannya bila mengetahuinya?

Di hampir akhir bab, kaum Invalid diceritakan akan menyerbu Portland. Dan saat itu, tepat di hari pernikahan Hana dengan Mayor Fred Hargrove, laki-laki yang membuat saya gondok setengah mati juga.

Bagaimana ya kelanjutannya? Akankah pernikahan tersebut tetap berlangsung? Akankah Hana memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Lena dan meminta maaf padanya? Akankah Lena bertemu dengan Gracie, sepupu favoritnya itu? Akankah ia bertemu dengan Ibunya kembali, yang ternyata adalah perempuan bertato 5996 di leher itu? Lalu bagaimana akhir kisah antara Alex dan Lena? Apakah akhirnya Lena dan Alex bersatu, atau Julian dengan Lena dan Alex dengan Coral? Nah, penasaran kan? tugas kalian untuk mencari tahu! Selamat membaca~

 

Review Delirium Series :

1. Delirium

2. Pandemonium (Delirium #2)

3. Requiem (Delirium #3)

4. Delirium #0.5 – Annabel

5. Delirium #1.5 – Hana

6. Delirium #2.5 – Raven

7. Delirium #3.5 – Alex

 

**Review ini diikutkan dalam Reading Challenge :

1. Lucky no. 14 Reading Challenge : Freebies Time

2. Young Adult Reading Challenge

3. TBRR Pile Reading Challenge

4. BBI Reading Challenge

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s