[Review #47] Tears In Heaven by Kim Chonji

Title : Tears In Heaven.

Author : Kim Chonji.

Publishers : Hi-fest Publishing.

ISBN: 978-602-8814-25-6

Total pages : 172 pages.

Buy From : Obralan deket rumah IDR 15,000

Rate : 3 of 5 stars.

BLURB :

Han Geuk, seorang gadis penjaga toko sepatu loyal kepada pekerjaannya membuatnya selalu menjadi karyawan terbaik di Outlet Starseven. Namun, semua berubah saat seorang pemuda datang ke outlet tempatnya bekerja. 

Kisah menjadi makin rumit saat Pulau Jeju memberikan petualangan baru bagi Han Geuk yang ternyata memiliki rasa trauma pada hujan. Setiap kali hujan datang, Han Geuk akan jatuh pingsan bahkan nyaris merenggut nyawanya. 

Akankah Han Geuk mampu mengatasi traumanya pada hujan yang sebagian orang justru mendatangkan kerinduan, kebahagiaan dan kesejukan? Apa yang membuat Han Geuk trauma pada hujan? Siapa sebenarnya pemuda yang selalu hadir saat Han Geuk trauma pada hujan?

Akankah hujan menyatukan cinta Han Geuk dengan pemuda itu? 

“Hujan adalah tangisan penghuni surga.”

Sekian lama nggak ngepost, akhirnyaaaaa sempet post juga >///////<

Nah teman-teman, kali ini aku kembali dengan buku yang berjudul Tears In Heaven ini. Sejujurnya, dari judul pun ketahuan ya kalau buku ini sad ending. Dan yaaaaa, aku pecinta sad ending pun senang!

Jadi, mulai dari bahas cover nya yaaa. Buku ini bercover cukup simple, tapi mengena banget, makanya aku beli, ketahuan deh karena cover lust hehehe *pic menyusul*. Pokoknya, yaaaa 3,5 dari 5 bintang untuk si cover.

Kemudian, sebenarnya sih kualitas buku ini lumayan secara fisik. Tapi sayang, cover nya agak kurang tebal yaa, jadinya cepet mletat-mletot. Akhirnya, cover ini sudah hampir tak berbentuk deh, terlipat di belakangnya 😦

Lalu, mulai membahas kualitas cerita, ceritanya sih lumayan oke. Aku suka alurnya, walaupun bisa ditebak, tapi okeelah bisa membuat aku sedikit tersentuh. 3 dari 5 bintang untuk ini.

Nah, untuk urusan typo, kali ini aku harus banyak protes. Bukannya sok jadi polisi typo, tentu saja aku nggak memperhatikan semua sampai detail banget, atau sok-sok jadi orang yang perfect untuk masalah tulisan, cumaaa masih banyaaaak banget typo yang berkeliaran. Kira-kira berikut di bawah ini beberapa typo yang ada :

Halaman 18 – diery. Seharusnya ini diary.

Halaman 23 – “apa sepatu ini cukup kuat” –> simple. Kurang tanda tanya.

Halaman 31 – terakhri. Seharusnya ini terakhir.

Halaman 35 – taka asing. Seharusnya ini tak asing.

Halaman 39, 52 – Han Gek. Seharusnya ini Han Geuk.

Halaman 55 – formulis. Seharusnya ini formulir.

Halaman 59 – Hen Geuk. Seharusnya ini Han Geuk.

Oh ya, dan ada satu cerita yang tidak nyambung. Maksudnya gimana Joo? Iya, jadi, di halaman 9 ditulis Lee Han Geuk berumur 25 tahun. Sementara di halaman 29 ditulis ayah meninggal saat usia 12 tahun. Kalau dihitung berarti kan 13 tahun yang lalu, betul? Tapi di halaman 42 ditulis 8 tahun yang lalu. Nah lho? saya bingung :))

Jadi, 2 dari 5 bintang untuk masalah typo dan kesalahan agak fatal penulis.

Oke, mungkin secara kualitas sudah saya sebutkan versi saya. Sekarang, saatnya review singkat 😀

Jadi, Han Geuk, seorang gadis yatim yang bekerja di salah satu toko sepatu terkenal, Starseven. Sebagai gadis yatim, tentu ia tidak ingin mengecewakan dan mengkhawatirkan ibunya. Karena ia tinggal terpisah dengan ibunya, maka Han Geuk tidak memberitahu ibu nya kalau ia trauma pada hujan. Ia pun baru tahu beberapa hari lalu, saat ia untuk kesekian kalinya pingsan karena hujan.

Sebenarnya, ada satu alasan mengapa ia trauma pada hujan, karena ayahnya meninggal saat hujan deras, dan ia menyaksikannya sendiri. Namun tidak ada yang tahu mengenai hal itu, tentu saja kecuali ibunya. Suatu hari, Han Geuk terlihat tidak seceria dan sefit biasanya. Oleh sebab itu, Manager Kim membiarkannya cuti dan berlibur. Han Geuk pun menyetujuinya.

Sebelum itu, ada satu pelanggan yang mencurigakan. Laki-laki itu terlihat meneliti satu per satu sepatu yang ada di outlet itu, gerak-geriknya membuat Han Geuk merasa harus mengawasinya, karena ia yakin laki-laki itu pasti ingin mencuri.

Han Geuk memutuskan untuk berlibur di Pulau Jeju, yang ternyata sialnya ia malah bertemu lagi dengan laki-laki yang ia pikir ingin mencuri sepatu di outletnya. Untuk apa laki-laki itu di Pulau Jeju? pikir Han Geuk, tapi ia tak peduli. Mungkin, hanya kebetulan.

Di Pulau Jeju, hujan datang disaat Han Geuk sendiri, dan saat ia pingsan, dia diselamatkan oleh seseorang, bahkan orang itu membayar seluruh biaya rumah sakitnya. Kira-kira siapa ya? Tentu saja bukan si pemuda menyebalkan yang seperti ingin mencuri itu kan? pikir Han Geuk.

Sampai ketika Han Geuk kembali masuk ke kantor, dan ternyata ia memiliki bos baru. Sebut saja Bos Muda Lee. Tentu saja Han Geuk kaget, karena bos muda Lee adalah pemuda yang selama ini ia anggap menyebalkan!

Semenjak itu, Han Geuk yang merasa menyesal pun memperbaiki sikapnya pada bos muda Lee. Sementara, bos muda Lee memiliki perasaan terhadap Han Geuk, Han Geuk masih galau karena tiba-tiba seorang perempuan datang dan mengaku sebagai tunangan bos muda Lee. Tentu saja Han Geuk tidak mau menjadi perebut tunangan orang!

Akankah Han Geuk menerima cinta bos muda Lee? Atau ia membiarkan bos muda Lee kembali dengan perempuan yang mengaku sebagai tunangannya? Belum lagi, trauma Han Geuk terhadap hujan belum juga hilang. Siapa sih yang berhasil menghilangkan trauma Han Geuk? Katanya, hujan adalah tangisan para penghuni surga. Apakah dengan kata itu saja, Han Geuk bisa berhenti trauma? Nantikan jawabannya di buku ini ya 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s