[Review] Marrying AIDS by Lia Indra Andriana

Title : Marrying AIDS
Author : Lia Indra Andriana
Publisher : Penerbit Andi
Total pages : 316 pages.
ISBN : 978-979-29-0747-6.

Get From : Pinjam dari kak @dinoynovita yang baik hati.

Hello, readers! Hehehe, seneng banget akhirnya selesai baca buku ini. Soalnya, udah lama banget memang pengen baca buku ini. Kebetulan, kak Dinoy menawarkan untuk meminjamkan buku ini padaku. Ah, seneng deh pokoknya.

Eh tapi…. kesenangan aku nggak berlangsung lama. Kalian jelas tahu kan, maksudku. Dari judul bukunya juga udah ketauan, kalau akhirnya ini… pasti sad ending. (maaf spoiler). Aku suka banget sebenarnya sama ceritanya, tapi sepertinya aku harus memberikan nilai hanya tiga dari lima. Kenapa begitu?

Pertama, kekurangan buku ini masih terlihat jelas pada typo. Ada beberapa typo yang tersebar yang saya tangkap mata (yang lain saya nggak perhatiin jelas sih hehehe). Berikut typo yang saya tangkap :

1. Halaman 228 – Kwon Wo. Seharusnya, namanya Kwon Woo.

2. Halaman 236. Bathup. Yang saya rasa sepertinya bathtube.

Kedua, kekurangan buku ini terletak pada… mungkin ada beberapa kisah didalamnya yang agak muter-muter dan berbelit-belit. Dan, sedikit dipaksakan (pembahasan akan saya lanjut di review ya).

Ketiga, karena buku kak Lia Indra Andriana yang pertama saya baca adalah Oppa and I, yang jelas-jelas masih bisa dibilang baru dibandingkan dengan Marrying AIDS ini, jadi aku merasa gaya tulisannya beda banget. Bisa dibilang Oppa and I rapi. Atau mungkin Good Memories yang juga baru. Berbeda dengan Marrying AIDS yang menurutku sedikit berantakan.

Nah, setiap hal pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihan pada buku ini adalah… buku ini mampu membuat emosiku sedikit tersentil. Iya, aku menangis baca buku ini. Di akhir yang sad ending itu, aku pertama kalinya kesel kenapa cerita ini harus sad ending dengan cara begini. T.T. Maksudnya…. ya…. coba deh kamu baca sendiri. *saya tidak mau memberikan spoiler lagi deh*.

Plus, buku ini juga memberikan beberapa kosakata bahasa Korea yang tentu saja ada artinya. Lumayan kan, yang suka bahasa Korea bisa sekaligus belajar kosakata yang mungkin belum dimengerti. Hehehe, juga beberapa istilah kedokteran. (kalau yang ini, jujur saya kurang mengerti hehehe).

Nah, saya sudah menyebutkan beberapa kekurangan dan kelebihan, sekarang, saya boleh memberi reviewnya, kan? 😀

Ini kisah cinta untuk Eri Andriana dan Kang Ji Hwan. Mereka bertemu untuk pertama kalinya saat Ji Hwan yang mengalami kecelakaan dan beberapa giginya tanggal. Saat itu, Eri yang harus menjadi dokter gigi satu-satunya yang tersisa di rumah sakit itu, terpaksa harus menangani Ji Hwan.

Padahal, Ji Hwan tidak mau ditangani dokter perempuan. Ia sudah bersumpah untuk menjadikan perempuan yang berani menyentuhnya sebagai istri. Dan, Ji Hwan tidak main-main. Eri mengiyakan ajakan Ji Hwan, hanya untuk membuatnya tenang dan ia pun berhasil mengoperasinya.

Namun, masalah tidak selesai begitu saja. Ucapan Ji Hwan benar serius. Eri pun bingung, apakah benar ada orang yang mengajak orang lain menikah hanya karena menyentuhnya? Bahkan, mereka sama sekali belum kenal! Pria ini pasti sudah gila. Namun, ucapan tetaplah ucapan, tidak bisa ditarik seenaknya. Apalagi, saat Ji Hwan mengatakan bahwa ia positif HIV. Dan, demi apapun Eri yang mengoperasinya dan saat itu jarinya terluka! Darah terkontaminasi dengan darah. Akankah Eri terkena virus HIV juga?

Fre, dokter gigi yang dekat dengan Eri. Mereka sering digosipkan sebagai pasangan dosen paling galak di Universitas. Di awal buku ini digambarkan, bahwa Eri menyukai Fre, bahkan ia merasa sakit hati ketika Fre tidak mencarinya saat Eri ke Korea. Tapi di tengah buku menjelang akhir, dituliskan bahwa sebenarnya Fre adalah kakak kandung Eri. Jadi, sebenarnya Eri saat kecil dirawat oleh orangtua angkatnya dan saat remaja, ia dikenalkan oleh orangtua dan saudara kandungnya. Nah, sejujurnya disini agak sedikit dipaksakan seperti yang aku ceritakan diatas. Hehehe.

Fre menyayangi Eri, ia juga sangat perhatian pada Eri. Itu sebabnya ia bingung ketika Eri pergi ke Korea tanpa sepengetahuannya. Bahkan, tidak meninggalkan pesan apapun. Di sisi lain, Eri takut. Eri sudah memeriksa kondisi kesehatannya. Seperti yang kalian tahu, Eri juga positif HIV!

Sekarang, menurut Eri, ia dan Ji Hwan sudah sama. Di Korea, Eri tinggal di apartemen Ji Hwan setelah sebelumnya ia tinggal di apartemen Kwon Woo, temannya Ji Hwan. Eri menganjurkan, atau lebih tepatnya memaksa Ji Hwan, untuk membeli peralatan makan sendiri, supaya mereka tidak menularkan penyakit itu kepada orang lain. Ji Hwan pun menurutinya.

Suatu hari, ketika mereka berdua sudah saling mencintai, Eri mendengarkan sesuatu, yang mungkin seharusnya tidak boleh didengarnya. Percakapan di telepon antara Kwon Woo dan Ji Hwan menyadarkannya. Disana, ia banyak mendengar rahasia yang tersembunyi di balik Ji Hwan. Kira-kira, apa ya rencananya? Kalian penasaran tidak?

Oh ya, di buku ini, beberapa ceritanya lucu. Aku sempat tertawa saat ternyata Ji Hwan yang terlihat perfect itu……… buta arah. Pfffft! Dan, masih banyak lagi kelucuan lainnya. Intinya, sebenarnya buku ini bagus, hanya saja, ada beberapa bagian yang agak dipaksakan. Tapi, kalau mau baca buku ini, tetep enjoy kok! Hehehe. Selamat membaca, kawan! ^^

** Review ini diikutkan dalam Reading Challenge :

1. Indonesian Romance Reading Challenge.

2. TBRR Pile.

3. Lucky no. 14 : Favorite Author.

Advertisements

One thought on “[Review] Marrying AIDS by Lia Indra Andriana

  1. Waktu prtama x baca sinopsisnya aku jg lgsg kepengen baca Cii.. Hahaha.
    Kyknya kak Ori sm kak Lia emg cocok, tu bukunya sama2 ngangkat tema ttg penyakit aids. 😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s