[Review] Tiga Bianglala by Misna Mika

Title : Tiga Bianglala.

Author : Misna Mika.

Publisher : Gramedia Pustaka Utama.

ISBN :Ā 978-9792299199.

Total pages : 300 pages.

Get From : Gramedia Publisher (buntelan).

You can buy from : Yes24 Indonesia

Rate : 4* / 5

Ah, akhirnya setelah beberapa hari, buku ini selesai dibaca juga šŸ™‚

Mau tahu nggak, kenapa aku kasih rate nya 4? Padahal, aku jarang lho kasih 4 bintang :))

Jadi, buku ini merupakan inspirasi banget! Pertama, buku ini mengajarkan untuk selalu mengingat teman dalam suka dan duka, dan tidak mementingkan kekayaan. Kedua, buku ini juga mengajarkan untuk bersabar meskipun cobaan ini berat. Dan, buku ini juga mengajarkan untuk tidak sombong meskipun kamu kaya raya sekalipun.

berbeda dengan teenlit lainnya, buku ini tidak berisikan tentang cinta antara perempuan dan laki-laki, tetapi lebih kepada cinta antara keluarga dan sahabat.

Seperti lainnya, tidak ada buku yang benar-benar sempurna. Termasuk buku ini memiliki kekurangan pada typo (hanya ini aja sih sebenernya, jadi nggak begitu penting, aku cuman lagi agak riwil aja tentang typo hehehehehe).

Berikut yang aku temukan :

Hal 10 – Elli segera keluar kamar dari karena takut kehabisan martabaknya – yang seharusnya keluar dari kamar.

Hal 24 – jangan kauulangi – hanya kurang spasi.

Hal 35 – kaukerjakan – kurang spasi

Hal 98 – matanya tetap Manna yg sedari tadi memandanginya – mungkin ini maksudnya matanya tetap menatap Manna yang sedari tadi memandanginya.

Hal 101 – iia tidak tega merusak kegembiraan sahabatnya – seharusnya i nya satu saja.

Hal 141 – meimei terteawa geli – seharusnya tertawa..

Hal 292 – lagsug menarik – seharusnya langsung.

Sebenarnya typo nya tidak terlalu mengganggu šŸ˜€

Oh ya, apakah kalian tidak penasaran dengan sinopsisnya? Yuk, lihat di bawah ini.

Itut menjalani hari-hari di Kampung Bala, pinggiran kota Palembang. Ia tinggal berimpitan dalam rumah reyot tapi hangat bersama lima orang saudara, dan kedua orangtua.

Dengan sifat iseng, jail, dan penuh akal, Itut yang berkulit hitam dan kumal mencoba menikmati masa kecil bersama Manna, sobatnya yang cantik dan manis. Bermain cak engkleng, menyewa sepeda, mencuri buah dari pohon tetangga, hingga berjualan es bungkus adalah kegiatan yang mengisi hari-hari mereka dengan segala keterbatasan. Tak peduli pada gerombolan Vivi yang menyombongkan kekayaan, mereka berdua malah memilih berteman dengan Meimei, gadis Tionghoa yang dianggap aneh tapi juara di kelas.Ā 

Saat Itut kehilangan ayah, Manna yang kerap dimarahi sang ibu tiri, dan Meimei yang terisolasi karena etnisnya, mereka bertiga saling menghibur dan memberikan semangat. Hingga datang satu mobil mewah ke kampung yang penuh dengan warga miskin tersebut dan mengubah kehidupan tiga gadis cilik itu.

Nah, apa kamu masih belum puas juga melihat sinopsisnya? Berikut review-ku ya..

Itut, gadis yang berkulit hitam dan kumal itu, memiliki sahabat baik bernama Manna. Mereka selalu bermain berdua, bersama, hidup terasa indah meskipun susah. Itut bukan anak orang kaya, ia adalah anak dari Pak Ahmad yang hanya bekerja sebagai kuli cabutan, pulangnya pun tidak tentu. Sementara Mak Ijah, ibunya, baru saja melahirkan anak keenam.

Manna, sebenarnya bukan anak yang terlalu miskin, karena ayahnya bahkan memiliki kulkas (yang di jaman itu termasuk mewah) dan juga motor (yang juga mewah di saat itu). Tapi sayang, keberadaan ibu tiri di rumahnya membuat ia tidak nyaman dan harus tinggal di rumah Nenek Tuer, ibu dari ibu tirinya, alias nenek tirinya. Untungnya, meskipun rumah Nenek Tuer disebut sederhana, tapi Manna merasa lebih nyaman disana. Meskipun satu piring makanan akan menjadi rebutan dirinya dan paman-pamannya.

Meimei, gadis TiongHoa yang dikucilkan karena anak perkampungan merasa aneh dengannya. Bagaimana tidak? Di daerah perumahan orang Tionghoa didirikan pagar drum yang besar dan tinggi. Meski begitu, Meimei merupakan gadis yang pandai dan pintar. Ia juga kaya raya, dengan mama yang selalu menyayanginya.

Ketika tiga gadis itu mengucapkan janji untuk selalu bersamanya, ketika nasib merubah kehidupan Itut begitu ayahnya pergi meninggalkan dunia, ketika Meimei dan orangtuanya menerima kehadiran Itut dan Manna dalam kehidupannya, dan ketika Manna harus menyimpan sedih di hatinya karena ibu tirinya mengusirnya… Semua kisah manis itu dikemas dalam buku ini. Bahkan judul “tiga bianglala” itu memiliki arti tersendiri. Penasaran? Silahkan dibuka buku ini, ya! šŸ™‚

Advertisements

15 thoughts on “[Review] Tiga Bianglala by Misna Mika

  1. Untuk kauulangi dan kaukerjakan itu aku pikir betul, Jo. Kata kau kalo ketemu kata kerja memang bergabung. Tapi balik lagi ke penerbitnya. Untuk Gramedia memang rumusnya begitu, untuk Haru dipisah dengan spasi. Sempet ngobrol sama Dinoy juga masalah ini :))

  2. Pingback: January & February Update : New Author Reading Challenge 2014 | Joovirginia's Books Review

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s