[Hai Author] Dini Novita Sari – Get Lost (+ announcement give away winner)

picture196Hello semuanya ^^ penasaran tidak siapa yang memenangkan novel Get Lost karya kak Dini Novita Sari? Intip yuk…

Dari beberapa peserta yang sudah mengikuti give away ini, kak Dini sudah menentukan dua pemenang, dan satu lagi aku yang menentukan ^^

Tapi sebelum mengumumkan nama pemenang, aku akan terlebih dahulu menuliskan beberapa pertanyaan yang sudah diajukan oleh peserta dan jawaban dari Kak Dini.

Berikut di bawah ini ya :

  1. Pengalaman berkesan selama travelling itu kemana aja? Ada nggak tujuan wisata yang belum tercapai sampai saat ini?

Tiap destinasi traveling selalu punya kesan tersendiri; misalnya ke Singapore karena pertama kali ke luar negeri dan juga pertama kali nginep di hostel, atau pas ke Kuala Lumpur ketemu dan jalan bareng temen dari Malaysia yang bener-bener baru kenal tapi menyenangkan dan jadi semacam tukar budaya mini. Tapi, ada yang lumayan banget dikenang yaitu saat ke Bangkok aku perginya sendirian, ke mana-mana bener-bener solo dan sempet mau mewek karena kesepian, ehh… jadinya dapet temen baru bule dari Jerman dan ibu-ibu Indonesia yang sudah lama kerja di Amerika Serikat! Mereka satu hostel denganku dan bersama mereka aku jadi berbagi banyak hal tentang perjalanan. Kenapa pertemuan dengan mereka berkesan banget, karena semacam di ujung rasa menyerahku gara-gara solo traveling. ^^

 Oh ya tujuan wisata yang belum tercapai, ya? Sebenernya nggak ada yang terlalu spesifik, tapi pengin ke Jepang deh karena dari remaja aku pernah nyeplos pengin pergi ke negara termaju di Asia ini, mau lihat dan belajar banyak dari kemajuannya. 😉

2. Mau tanya nih Kak, Kakak kan dulunya seorang reviewer di blogger, kenapa kepikiran buat jadi penulis novel dan akhirnya kecapaian? Apa cita-cita Kakak ini muncul sebelum Kakak jadi review, apa justru sebaliknya? Dan pernah ngga sih Kak, Kakak kepikiran bakalan liat di review-review pembaca kalau novel Kakak ini mendapat respon jelek? Kalau iya, apa hal yang menghibur ketakutan Kakak ini?

Kakak kan dulunya seorang reviewer di blogger à sampai sekarang masih, kok, hehe. Kepinginan jadi penulis itu sudah lamaa, sejak remaja, tetapi sempat terabaikan karena aku merasa nulis selalu stuck di tengah-tengah, ya mentok-mentok nulis cerpen deh. Jadi cita-cita jadi penulis duluan, baru jadi reviewer. Mulai menulis resensi buku itu sekitar tahun 2011, awalnya karena teman penulis minta aku nulis kesan atas novelnya untuk dimuat di web tentang novel itu. Aku bikinnya pendek aja, sih, nah terus lama-lama aku berpikir mau serius belajar nulis mulai dari mengulas novel-novel yang sudah aku baca. Dari situ kan bisa belajar menyusun kata dan kalimat yang baik.

Ketakutan kalau bukuku akan muncul di resensi pembaca dengan respons jelek, pasti ada. Apa yang menghiburku, ya karena selama ini aku mengingat sebagai resensor aku pun selalu berusaha untuk jujur; ketika menyampaikan kekurangan buku tetap dengan bahasa yang baik jadi nggak bermaksud menjelekkan. Nah dari kebiasaan mengulas buku dengan jujur, aku pun jadi lebih disiapkan untuk membaca ulasan bukuku dengan jujur pula. 😀

3. kenapa diberi judul Get Lost, bukan judul yang ada kata ‘travelling’ nya? travelling kan kata yang menjadi tema novel ini><

4. Kenapa Kak Dini ngasih novel ini dengan judul “Get Lost”? Apakah ketika Kak Dini menulis kerangka karangannya judul ini sudah terpikir, atau sempat mengalami beberapa perubahan? Ataukah juga sempat menghadapi dilema dalam pemilihan judul hingga akhirnya judul yang terpilih adalah “Get Lost?” :))

(pertanyaan no 3 & 4 sama, aku gabung yaa…)

Kenapa judulnya Get Lost (tersesat), ide awalnya karena dulu tiap melakukan perjalanan aku selalu terencana dengan menyusun mau ke mana aja dan nginep di mana. Tapi lama-lama aku bosan dan pengin spontan, jadi kepikir gimana ya kalau ada seseorang yang traveling dengan gaya seperti itu, kayak sengaja menyesatkan diri begitu? Terus, aku lupa persisnya kapan tapi sebelum menulis novel ini, aku tercetus line seperti ini: “I need to get lost… and get lost needs no itinerary”. Line yang aku suka banget diawali dari keinginanku untuk meninggalkan itinerary dalam perjalananku. Kenapa judulnya nggak ada kata ‘traveling’nya ya nggak apa-apa juga, sih, kan udah banyak yang kayak gitu. 😀

Jujur saja aku nggak membuat kerangka karangan saat mulai novel Get Lost, karena naskah ini dulu awalnya untuk lomba dan termasuk cepat nulisnya. Outline justru aku bikin setelah naskah selesai, lebih untuk keperluan mengajukan ke penerbit aja, sih, biar mereka tahu naskahnya bercerita tentang apa, hehe. Meski akhirnya kalah di lomba, naskah ini aku ajukan ke Bhuana Ilmu Populer, mereka suka dan nggak ada masalah dengan judul. 😀

5. Kak Dini.. Aku mau tanya soal setting. Kakak riset setting untuk bukunya, nyari di mana aja? Googling kan terbatas..(nggak mungkin semua tempat didatengin kan..? *modus minta tips hehe.. *)

Ada beberapa tempat yang sudah aku kunjungi langsung di novel ini, seperti Bali, Singapore, Surabaya, dan Bromo. Jadi untuk tempat-tempat itu aku mengandalkan pengalamanku tapi tetap ada yang di-google dan tanya teman untuk keterangan tambahannya. Untuk yang belum pernah aku datangi seperti Seoul, Busan, China, Tibet… aku google dan diarahkan ke beberapa website terkait. Keterangan-keterangan yang aku dapat pun nggak bisa langsung dicopy paste ke naskah, kan, nggak boleh karena itu termasuk menjiplak(!). Jadi ya keterangan itu aku kaitkan dengan kondisi yang dialami para tokoh. Hmm, misalnya saat google kondisi Pantai Haeundae di Busan aku pengin tahu kondisi pasir pantainya kayak apa, lihat di foto warnanya putih kecokelatan, lalu aku nulis begini: “Kami berdua sedang duduk di atas pasir Pantai Haeundae yang berwarna putih kecokelatan.” Gitu sih contoh kecilnya, jadi detail yang kita dapat dari internet kita tulis dengan variasi kata kita sendiri dan dileburkan dengan kondisi para tokoh di cerita. Semoga membantuuu. ^^

6.  Apakah buku ini terinspirasi dari salah satu perjalanan di tempat menarik yang pernah dialami kak Dini?

Ya, ada. Salah satunya yang paling menginspirasi banget adalah Bali, tapi tentunya lebih banyak ditambahi fiksi, ya, yang nyata adalah sebagian besar tempat-tempat yang dikunjungi, juga perjumpaan dengan beberapa orang yang beneran tapi di novel agak aku samarkan. 🙂

7. Sebelum naskah “Get Lost” ini dikirim ke penerbit, apa Kak Dini meminta beberapa orang untuk jadi beta reader dulu? Setelah dibaca apakah ada yang kurang pas dan ada bagian (termasuk lokasi-lokasi) yg diganti lagi?

Sempat, sih, sebelum naskah ini dikirim buat lomba aku minta tolong temen baca dulu. Karena deadline-nya mepet jadi aku minta tolongnya setiap satu bab selesai, tapi nggak bisa semuanya. Ada yang kurang pas dan coba aku perbaiki itu lebih ke perihal penuturanku, misalnya terlalu datar, kalau lokasi sih nggak ganti. 🙂

8. Ketika menulis novel yang diselipi dengan cerita perjalanan, gimana sih kak agar novel tersebut tidak berubah menjadi seperti buku panduan perjalanan? Soalnya aku pernah baca novel seperti itu, dan menurutku itu lebih pantas disebut buku panduan perjalanan ketimbang novel karena ketika penulisnya sedang mendeskripsikan tempatnya, itu seperti cuma copas di artikel.

Naaah samaa itu juga kekesalan yang sempat aku alami saat baca novel dengan genre perjalanan, yaitu detail tempatnya terlalu mendominasi sehingga capek bacanya dan jadi mikir; ini novel atau panduan perjalanan? Hehee…. Nah kalau aku sendiri sampai sekarang masih belajar, kok, malah ada beberapa pembaca yang komentarin Get Lost ini malah detail perjalanannya kurang banget. Tapi caraku adalah dengan kasih premis (tema utama) dulu ke si cerita. Misalnya, si Lana yang bosan dengan rutinitas kerja dan pengin jalan-jalan dengan cara spontan. Udah, gitu aja, cuma nyeritain bagaimana perjalanannya? Nggak seru dong ya. Akhirnya aku masukin unsur si Dharma, pria yang dicintai dan telah lama pergi entah ke mana. ^_^v

Jadi, misalnya ketika lagi enak-enak santai di Pantai Kuta, tahu-tahu Lana didatangi cowok asing yang seenaknya curhat yang ternyata masalahnya agak sama. Sambil curhat, sambil dijelaskan kalau mereka memandangi bintang di langit malam Kuta dan mendengar suara ombak; itu salah satu caraku memadukan antara keterangan tempat dan ‘drama’nya. Contoh lain, saat Lana sama Paul lagi bersantai di Clark Quay (Singapore) sambil ngelihat permukaan sungai yang ditimpa cahaya lampu kota, tahu-tahu mereka mendongak dan menyaksikan semburat warna-warni kembang api, lalu Paul bilang: lihat kembang api begini jadi ingat saat aku melamar Neyna di malam pergantian tahun di London. Contoh lain lagi… ah, baca sendiri deh biar nggak spoiler. 😀  

Nah, apakah pertanyaan kalian sudah terjawab? ^^

Kalau sudah, yaaa boleh deh sekarang aku umumin pemenangnya ^^

Jadi, ada 3 peserta yang akan mendapatkan masing-masing sebuah novel Get Lost – Kak Dini Novita Sari yang BERTANDATANGAN dan ada pesan nya lhooo (tiap buku beda pesan), dan 3 pemenang tersebut adalah…..jeng-jeng-jeng.

Selamat yaaa.

1. Luqyana Farah,

2. Rissya Mutya P, dan

3. Arif Rizaldy,

kalian berhasil mendapatkan hadiah ini. Mohon konfirmasi kembali melalui email jvbooksreviews@gmail.com dengan subjek konfirmasi Get Lost Give Away, jangan lupa sertakan nama lengkap penerima, alamat lengkap, dan nomor handphone yang dapat dihubungi.

Untuk pengiriman, mohon maaf mungkin agak terlambat karena belakangan ini saya sedang agak sibuk ^^ harap dimengerti ya :))

Setiap progress atau jika saya sudah mengirim, akan saya kabari melalui email / sms ke nomor handphone yang kalian berikan.

Terima kasih ya sudah ikut berpartisipasi ^^ untuk yang belum menang, ayo ikuti give away lainnya ^^

Advertisements

9 thoughts on “[Hai Author] Dini Novita Sari – Get Lost (+ announcement give away winner)

  1. Terimakasih Kak Dini dan Kak Joo :)) Hihihi senang banget deh akhirnya bakalan bisa baca “Get Lost”-nya Kak Dini dan pertanyaan aku bisa terjawab, hehehe! :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s