[Nonreview]Unexpectable Meeting between Cinderella and Romeo

Tulisan ini diikutkan ke dalam lomba ‘Novel Always With Me by Hyun Go Wun’.

Namaku Sunny, gadis dengan berat badan yang dapat membuat mata semua orang yang mendengarnya terkejut, karena aku….bertubuh besar. Namun apa dikata, toh memang aku dilahirkan seperti itu. Tentu saja aku tidak bisa protes kan?

Aku baru saja akan memarahi seseorang laki-laki didepanku yang kurang ajar! Bayangkan, ia memanggilku dengan sebutan ‘Cinderella bertubuh besar!’ didepan banyak orang. Semua orang terkikik melihat perlakuannya yang menyebalkan itu. Hari itu, aku sedang membereskan bukuku yang berserakan di jalanan karena terjatuh dan laki-laki yang menabrakku itu, malah mengatakan kalimat yang tidak sopan, “Hey, Cinderella bertubuh besar! Pergi dari hadapanku bodoh! Aku ingin lewat, kau menghalangi langkahku!”.  Aku yang terkejut segera minta maaf dan ‘minggir’ dari hadapannya.

Kali ini, aku bertemu lagi dengannya. Bukan di jalanan, melainkan di sebuah kafe tempat aku bekerja. Ia dengan kasarnya berkata, “Hey, kau lagi, mana minumanku? Kau ini lelet sekali, dasar Cinderella bertubuh besar!”, padahal ia baru saja memesan minuman dua menit yang lalu. Memangnya ia pikir, aku pandai bersulap bisa segera menyediakan minumannya dalam waktu satu detik?!

Akhirnya, aku memiliki sebuah ide usil. Bagaimana kalau…. Aku tersenyum memikirkan rencana jahatku. Rasakan pembalasanku, laki-laki brengsek. Kini giliranku mempermalukanmu didepan umum!

Satu menit.. dua menit… tiga menit.. sebentar lagi, ia pasti akan…

“YAA! CINDERELLA BERTUBUH BESAR! APA YANG KAU MASUKAN DALAM MINUMANKU? KAU MAU MERACUNIKU HAH?”, teriaknya kesal. Aku terkekeh. Rasakan! Siapa suruh?

“Aku tidak meracunimu, aku hanya memberikan sedikit..tabasco supaya mulutmu yang berkata pedas itu bisa tahu juga rasanya pedas”, jawabku ringan. Ia melirikku tajam, seakan tidak akan melepaskanku. Aku jadi takut, tapi sudahlah. Untuk apa aku peduli pada laki-laki berantakan sepertinya?

Ah, sebenarnya ia tidak berantakan sih. Laki-laki itu, berwajah tampan, seperti kebanyakan lelaki lainnya, ia tinggi dan juga memiliki perawakan wajah yang cenderung ‘cool’. Tapi sikapnya yang jelek membuatku berpikir bahwa ia adalah laki-laki yang paling menyebalkan di dunia ini!

Beberapa bulan berlalu, setiap hari ia kembali ke kafeku hanya untuk membeli kopi dan mengajakku berbicara. Entah mengapa, tiba-tiba ia bersikap baik padaku. Bukan hanya itu, ia mengajakku berkencan. Apa ia sudah gila? Atau Tobasco yang aku berikan kemarin berhasil membuat otaknya menjadi waras?

“Hey, Sunny.. kau mau tahu sesuatu?”, tanyanya padaku. Aku mengangguk, tentu saja.

“Namaku Sony”, ucapnya membuatku jengkel. Kalau hanya namanya, aku sudah tahu! Ia kan sudah pernah memperkenalkan dirinya.

“Bukan hanya itu..”, lanjutnya. Aku hanya mengangguk dan menaikan sebelah alisku, menunggu lanjutan ucapannya yang terbata-bata itu.

“Namamu Sunny. Nama kita, memiliki kesamaan berinisial “S” dan berakhir dengan huruf “Y”, itu artinya, kita memang ditakdirkan untuk bertemu. Kita berjodoh”, lanjutnya yang sukses membuatku melongo.

Aku yakin, kali ini Sony benar-benar sudah gila. Aku meninggalkannya sendirian dan ia menarik tanganku. Ia berdiri dan kemudian menatapku lurus.

“Aku serius, Sunny. Aku ingin kita berpacaran. Apa kau tidak mau denganku, Cinderella bertubuh besar?”, tanyanya dengan senyum menggoda. Sebenarnya aku ingin, tapi tidak setelah mendengar panggilannya.

“Tidak mau! Kenapa kau harus memanggilku Cinderella bertubuh besar sih?”,ucapku kemudian berbalik badan bersiap meninggalkannya ketika ia berkata..

“Memangnya apa yang salah dengan nama itu? Cinderella, kau tahu kan ia adalah gadis yang cantik? Maksudku adalah, meskipun tubuhmu.. hmm, bertubuh besar, namun kau memiliki paras yang cantik dan sifat yang lembut seperti Cinderella, seharusnya kau bangga”, jelasnya. Aku tersipu. Benarkah aku seperti yang dikatakannya? Aku menghadapnya lagi dan segera menghambur ke pelukannya.

“Kalau begini saja, kau baru mau denganku huh”, keluh Sony.

“Tentu saja, habisnya, kau Romeo yang kurang ajar sih”, jawabku sambil tersenyum di balik punggung Sony.

“Tapi biar begitu, Cinderella have to always with me ya”, ucap Sony sambil memeluk tubuhku dengan erat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s